Tips Mengelola Uang Pribadi

Mengelola Uang Pribadi

Sinergi Indonesia – Mengelola uang tidak melulu tentang keuangan bisnis atau usaha, tetapi keuangan pribadi pun perlu untuk dikelola dengan baik. Banyak pandangan yang berkata bahwa generasi milenial adalah geneasi yang tidak dapat mengelola uang dengan baik, sehingga gaji yang mereka terima tiap bulan akan selalu dihabiskan dalam waktu satu bulan atau bahkan kurang dari satu bulan. 

Pandangan ini tidak sepenuhnya salah, karena memang bila kita lihat pada masa sekarang ini, banyak orang yang tidak dapat mengelola uang pribadi mereka dengan baik dan memiliki gaya hidup YOLO (you only live once) yang artinya “kamu hidup hanya sekali”, dan ditambah lagi dengan kemudahan belanja online dan pembayaran cashless membuat banyak orang semakin konsumtif. Promo-promo yang ditawarkan oleh online shop dan pembayaran cashless membuat mereka tergiur untuk membeli barang dan makanan yang sebenarnya tidak perlu mereka beli.

Yuk, simak tips untuk mengelola uang pribadimu agar tidak boros.

1. Buatlah Alokasi Pengeluraran Tetap Tiap Bulan
Hal pertama yang perlu dilakukan untuk mengelola uang dengan baik adalah dengan membuat alokasi dan memisahkan uang untuk pengeluaran tetap bulanan, contohnya biaya penggunaan listrik, air, cicilan (bila ada) dan lain-lain yang setiap bulan harus dibayarkan. Pengeluaran tetap bulanan harus diprioritaskan terlebih dahulu, karena ini adalah pembayaran yang tidak bisa ditunda.

2. Buatlah Daftar Kebutuhan yang Harus Dibeli
Setelah memisahkan pengeluaran tetap bulanan, maka yang harus dilakukan adalah membuat daftar kebutuhan sehari-hari yang harus dibeli, contohnya beras, sabun mandi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Buatlah daftar dan belilah kebutuhan yang memang mendesak atau harus dibeli. Ingat yang kita masukan ke dalam daftar belanja adalah “kebutuhan” bukan “keinginan”, karena bila berbicara mengenai “keinginan” maka gaji kita tidak akan pernah cukup untuk memenuhi semua “keinginan” kita. Prioritaskan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Mengalokasikan Uang yang Ditabung

3. Alokasikan Uang yang Ditabung
Seringkali yang dilakukan adalah menabung sisa gaji dari yang dibelanjakan, tetapi ini adalah pengertian yang salah tentang menabung. Kita harus mengubah pemikiran ini dengan menentukan besaran nominal yang harus kita tabung setiap bulannya, karena bila tidak gaji kita akan habis tiap bulannya bahkan mungkin masih merasa kurang.

4. Pisahkan Antara Rekening Tabungan dan Rekening Pengeluaran
Mengapa harus dipisahkan? Untuk menghindari penggunaan uang tidak terduga yang sebenarnya tidak diperlukan. Meskipun kita telah mengalokasikan uang kita untuk ditabung, biasanya masih sering tergiur untuk membeli ini dan itu karena melihat nominal di rekening kita masih ada atau masih cukup banyak. Karena itu lebih baik pisahkan antara rekening khusus untuk tabungan dan satu lagi khusus untuk berbelanja.
Masukkan alokasi uang yang untuk di tabung ke dalam rekening tabungan, baru sisa setelah dipotong untuk  ketiga hal yang sebelumnya dimasukan ke dalam rekening pengeluaran. Yang dimaksud dengan rekening pengeluaran adalah rekening yang diperuntukan untuk kita berbelanja sehari-hari. 

5. Bawalah Uang Cash Secukupnya
Membawa uang cash yang berlebih akan menggoda kita untuk mengeluarkan uang lebih banyak, karena itu bawahlah uang cash secukupnya. Pengeluran-pengeluaran kecillah yang biasanya sering menyebabkan pengeluaran bulanan kita membengkak. Karena saat melakukan pembayaran kita tidak merasa begitu berarti uang yang dikeluarkan, tetapi bila diakumulasikan akan menjadi besar.

6. Catat Semua Pengeluaran yang Terjadi
Mencatat semua pengeluaran secara detail bukan berarti kita adalah orang yang kikir. Catat semua pengeluaran baik besar maupun kecil, kemudian evaluasi mana yang kedepannya bisa kita kurangi. Bila kita tidak mencatatnya, maka kita tidak akan tahu dimana letak “kebocoran” gaji kita. Ingat pengeluaran kecil yang sering kita anggap sepele justru itulah yang sering menjadi  “kebocoran” gaji kita.

Kipas Duit

7. Jauhi Pikiran Kalau Kamu “Kaya” Pada Saat Gajian
Gaji yang kita terima bukanlah “jatah uang” yang harus dihabiskan dalam kurun waktu satu bulan. Pemikiran “kita kaya” setelah merenerima gaji akan membuat kita cenderung merasa tidak masalah untuk membeli ini dan itu yang sebenarnya tidak diperlukan, dan tiba-tiba gaji yang kita terima habis begitu saja. Dari pemikiran inilah muncul siklus kehidupan “tanggal muda makan enak, tanggal tua minum obat maag”, ini adalah hal yang “tidak sehat” karena membuat kita hidup secara “hedon” bila sedang memiliki uang.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengelola uang pribadi kita agar tidak boros. Gaji yang habis karena memang untuk memenuhi kebutuhan tidak dapat dikatakan “boros”, karena yang dibeli adalah hal-hal yang memang harus dibeli untuk memenuhi kebutuhan. Boros adalah ketika hal-hal kita beli semata-mata untuk memuaskan keinginan secara berlebihan. Memang tidak salah membelanjakan uang untuk membeli hal-hal yang kita inginkan, tetapi tetap pelu dikontrol agar tidak berlebihan.

Mengelola Uang Pribadi

Jadi, mengelola uang pribadi adalah suatu hal yang perlu dilakukan agar lebih bijaksana dalam menggunakan uang. Ingat gaji yang diterima bukanlah “jatah uang” yang harus dihabiskan dalam kurun waktu satu bulan.  Gaji yang kita terima setiap bulan harus bisa kita alokasikan untuk 3 hal pertama di atas, yaitu untuk membayar pengeluarang tetap tiap bulan, memenuhi kebutuhan (bukan keinginan) dan ditabung untuk kebutuhan di masa depan dan mungkin untuk kebutuhan lain yang tidak terduga.

Bila Anda merasa artikel ini berguna, share artikel ini kepada saudara atau teman-teman Anda.

Terima kasih.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *