Kesehatan

Sinergi Management

Susu Kedelai | Susu | Manfaat Susu Kedelai | Kesehatan 

Halo Sahabat Sinergi, seberapa sering kamu meminum susu kedelai? Tahukah kamu apa saja manfaat baik dari susu kedelai bagi kesehatan?
Susu kedelai sering menjadi pilihan alternatif untuk seseorang yang intoleransi laktosa terhadap susu sapi. Orang-orang yang beralih menjadi vegetarian pun memilih susu kedelai sebagai pelengkap nutrisi. Meski berasal dari biji-bijian, kandungan susu kedelai juga tak kalah bagus dari susu sapi lho! Kandungan dalam susu kedelai khususnya isoflavon memiliki manfaat baik bagi kesehatan.
Bukan itu saja, susu kedelai tergolong memiliki umur simpan yang lebih lama daripada jenis susu lainnya. Selain itu susu kedelai memiliki segudang manfaat yang baik untuk kesehatan, simak informasi berikut mengenai manfaat baik susu kedelai :

1. Membantu Menurunkan Kolesterol
Kandungan isoflavon dalam susu kedelai mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, terutama kolesterol LDL (kolesterol jahat). Dalam penelitian yang telah dipublikasikan dalam National Library of Medicine, peneliti menemukan bahwa produk kedelai dapat mengurangi kolesterol LDL (jahat) dan kolesterol total sekaligus meningkatkan kolesterol HDL (baik). Peningkatan ini lebih besar pada orang dengan kadar kolesterol tinggi yang tinggi.

2. Mengurangi Gejala Menopause
Melansir dari beberapa sumber, isoflavon yang terkandung dalam susu kedelai adalah fitoestrogen. Artinya, senyawa ini mirip sekali dengan hormon estrogen yang ada dalam tubuh. Menurunnya kadar estrogen selama menopause mampu menimbulkan berbagai gejala, salah satunya hot flashes. Karena isoflavon dalam kedelai bertindak sebagai estrogen alami, mengonsumsi susu kedelai dapat membantu mengurangi gejala-gejala menopause ini.
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam National Library of Medicine, suplemen isoflavon kedelai mampu meningkatkan kadar estradiol (estrogen) pada wanita pascamenopause sebesar 14%. Dalam penelitian lainnya, wanita yang mengonsumsi rata-rata 54 mg isoflavon kedelai sehari selama 12 minggu mengalami 20,6% lebih sedikit hot flashes.

3. Mencegah Osteoporosis atau Tulang Keropos
Kandungan kalsium dalam susu sapi sering digadang-gadang ampuh mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Meski berbahan biji-bijian, ternyata susu kedelai juga punya manfaat ini, lho. Susu kedelai dinilai mampu mencegah risiko osteoporosis pada wanita pasca menopause. Seperti diketahui, wanita yang mencapai usia menopause sangat rentan mengalami osteoporosis. Nah, kandungan isoflavon dalam kedelai lah yang berfungsi untuk mencegah kondisi ini.

4. Mencegah Kanker
Isoflavon dalam susu kedelai diyakini juga mampu mencegah timbulnya penyakit kanker, terutama risiko kanker prostat yang rentan dialami pria. Selain itu, kanker payudara yang dipicu oleh kenaikan kadar estrogen juga dapat dicegah dengan rutin mengonsumsi susu kedelai.

5. Melancarkan Pencernaan
Susu kedelai mengandung banyak protein, lemak, dan karbohidrat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Lagi-lagi, isoflavon yang terkandung dalam susu kedelai juga berfungsi meningkatkan absorpsi usus, sehingga pencernaan pun menjadi lebih lancar.

6. Memperbaiki dan Menyehatkan Sistem Syaraf
Manfaat susu kedelai yang satu ini berhubungan dengan kandungan vitamin B-kompleks. Satu gelas susu kedelai mengandung 3 mcg vitamin B12 atau lebih dari jumlah kebutuhan harian yang hanya 2,4 mcg.

7. Menyehatkan jantung
Selain dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol di tubuh, manfaat kacang kedelai ternyata juga dianggap bisa menyehatkan jantung. Sebab, susu kedelai bisa meningkatkan kadar lipid plasma manusia dan mengurangi risiko penyakit jantung di kemudian hari.
Selain itu, susu kedelai juga kaya akan kandungan vitamin, mineral, dan lemak tak jenuh ganda yang dapat meningkatkan kesehatan jantung. 

8. Menyehatkan kulit
Dipercaya, mengkonsumsi makanan atau minuman yang terbuat dari kedelai, dapat mencegah datangnya berbagai macam penyakit kulit. Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa kedelai mengandung senyawa yang bisa menghambat penuaan dini. 

9. Menyuburkan rambut
Manfaat susu kedelai, ketika dikonsumsi bersamaan dengan makanan dengan kandungan protein tinggi, dipercaya berdampak baik untuk rambut. Sebab, kedelai dipercaya dapat merangsang pertumbuhan rambut 

10. Bersifat Anti kanker

Susu kedelai memiliki sifat sebagai antikanker. Susu kedelai juga mengandung fitonutrien yang dikenal sebagai isoflavon, yang telah terbukti memiliki sifat antikanker 

 

Manfaat susu kedelai untuk ibu hamil cukup banyak, misalnya sebagai sumber protein bagi ibu hamil, terutama bagi Anda yang menganut pola hidup vegan atau vegetarian. Susu kedelai juga mengandung folat, zat besi, kalsium, zinc, serat, asam omega-3, dan mineral yang berguna bagi kesehatan janin.

Meski demikian, ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi susu kedelai. Pasalnya, susu kedelai juga mengandung phytic acid yang dapat mengikat mineral logam berat, seperti merkuri dan timbal, serta mengurangi kemampuan tubuh mengikat nutrisi penting bagi janin, semisal magnesium dan zat besi.Untuk takaran susu kedelai yang aman untuk ibu hamil, dokter kandungan menyarankan 1-2 gelas per hari masih termasuk aman.

Manfaat Madu

Madu sudah dikenal sejak lama, bahkan madu tercatat sebagai salah satu makanan tertua di dunia. Madu juga banyak dipuji karena memiliki masa simpan yang sangat panjang, bahkan terbilang makanan abadi yang tak bisa basi.

Lebah madu diketahui sudah ada sejak 158 juta tahun lalu. Catatan sejarah juga banyak membahas seputar lebah dan madu. Lebah dan madu bahkan terukir di dinding-dinding piramida Mesir Kuno, bahkan dalam kitab suci di beberapa agama juga turut disebutkan madu. Termasuk dalam sebuah lukisan Spanyol yang berusia ribuan tahun, lebah dan madu seolah sudah populer sejak dahulu.

Untuk menghasilkan satu sendok teh madu, ribuan lebah setidaknya harus menyadap sari bunga sebanyak 5.000 kali. Lebah madu akan mengambil nektar dari buah atau bunga dan menyimpannya dalam perut. Nektar ini yang kemudian dikumpulkan dalam celah-celah lubang sarangnya.

Pada awalnya madu digunakan sebagai obat dan campuran untuk anggur dan minuman beralkohol lainnya, di Mesir madu digunakan sebagai balsam untuk mumi sedangkan di India Kuno, hasil alam ini digunakan untuk mengawetkan buah-buahan dan sebagai bahan pembuatan kue serta makanan lainnya.

Penelitian tentang manfaat madu sudah banyak dilakukan. Hingga saat ini ada banyak manfaat madu yang telah diketahui. Berikut ini adalah 10 manfaat madu yang harus diketahui.

1. Energy booster

Madu merupakan cairan bertekstur kental dengan rasa manis yang diproduksi oleh lebah. Dalam satu sendok makan madu mengandung 64 kalori dan 17 gram gula termasuk fruktosa, glukosa, maltosa, dan sukrosa. Kandungan tersebut membuat madu menjadi sumber energi yang baik. Glukosa dalam madu dapat diserap oleh tubuh dengan cepat dan memberikan dorongan energi langsung. Sementara itu, fruktosa memberikan energi berkelanjutan karena diserap lebih lambat. Madu juga berperan menjaga kadar gula darah cukup konstan dibandingkan dengan jenis gula lainnya.

2. Membuat tidur makin nyenyak

Jika Anda sulit tidur, tak ada salahnya mengonsumsi madu. Melansir dari NDTV Food, madu dapat melepaskan serotonin. Oleh tubuh, serotonin akan diubah menjadi melatonin, senyawa kimia yang mengatur kualitas tidur. Anda bisa menambahkan satu sendok teh madu ke dalam segelas susu hangat atau secangkir teh.

3. Mengobati batuk

Sebuah studi tahun 2012 yang terbit dalam Journal Pediatrics menemukan bahwa konsumsi dua sendok teh madu bisa membantu menyembuhkan batuk yang membandel. Hal ini diketahui karena sifat anti-mikroba dalam madu yang bisa membunuh bakteri tertentu. Penelitian lain yang melibatkan 139 anak menemukan bahwa madu dapat meredakan batuk di malam hari dan meningkatkan kualitas tidur dibanding obat batuk anak.

Merangkum dari CNN, penelitian lain di Italia dan Israel juga menunjukkan hasil serupa meski menggunakan jenis madu yang berbeda. Meski begitu, madu tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah satu tahun. Ini karena sistem pencernaan bayi tidak dapat mengatasi kontaminasi dalam madu.

4. Membantu penyembuhan luka dan luka bakar

Pengobatan madu topikal untuk menyembuhkan luka dan luka bakar telah dilakukan sejak zaman Mesir Kuno. Hal ini juga didukung dengan 26 penelitian yang menunjukkan hasil serupa.
Dalam sebuah tinjauan terhadap 26 penelitian tersebut ditemukan, madu paling efektif untuk menyembuhkan luka bakar dan luka parsial yang terinfeksi setelah operasi.

Satu studi melaporkan tingkat keberhasilan 43,3 % dengan madu sebagai perawatan luka. Dalam penelitian lain, madu topikal menyembuhkan 97 % pasien dengan luka diabetik. Para peneliti percaya, khasiat penyembuhan madu berasal dari sifat antibakteri dan anti-inflamasi serta kemampuannya untuk memelihara jaringan di sekitarnya.

6. Menurunkan kadar trigliserida

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Peningkatan jenis lemak ini merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Uniknya, banyak penelitian yang telah mengaitkan konsumsi madu secara berkala dengan kadar trigliserida yang lebih rendah.

5. Menurunkan tekanan darah

Melansir dari Healthline, madu mengandung senyawa antioksidan yang telah dikaitkan dengan penurunan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan pada tikus dan manusia menunjukkan sedikit penurunan tekanan darah dengan mengonsumsi madu.

7. Menjaga kadar kolesterol

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi madu dengan kadar kolesterol. Madu diketahui dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL) sambil secara signifikan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Sebuah studi yang dilakukan pada 55 pasien membandingkan madu dengan gula pasir. Hasilnya, madu menyebabkan penurunan LDL 5,8 % dan peningkatan kolesterol HDL 3,3 %. Tak hanya itu, konsumsi madu juga menyebabkan penurunan berat badan sederhana 1,3%.

8. Baik untuk jantung

Tiga manfaat sebelumnya kerap membuat madu dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Kandungan fenol dan senyawa antioksidan lain juga dikaitkan dengan pengurangan risiko penyakit jantung. Madu diketahui dapat membantu pembesaran arteri di jantung sehingga meningkatkan aliran darah ke jantung. Di samping itu, madu juga dapat mencegah pembentukan gumpalan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

9. Mengontrol berat badan

Sebuah studi yang terbit dalam Journal of American College of Nutrition pada 2010 menemukan bahwa madu dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Konsumsi madu sebelum tidur membuat tubuh membakar lebih banyak lemak selama jam-jam awal tidur.

10. Menghilangkan ketombe

Sebuah studi yang dipublikasikan pada European Journal of Medical Research tahun 2001 menemukan madu bisa membantu menghilangkan ketombe. Studi ini menggunakan madu yang diencerkan dengan air hangat ke area yang bermasalah dan mendiamkannya selama tiga jam sebelum dibilas. Hasilnya, para responden melaporkan berkurangnya rasa gatal dan kerak ketombe dalam waktu satu minggu. Tak hanya itu, kerak di kulit kepala sembuh dalam dua minggu dan pasien bahkan menunjukkan pengurangan rambut rontok.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
hari aids sedunia

Sinergi Management | virus AIDS | hari AIDS Sedunia | penularan virus AIDS

Dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia, ada baiknya kita perlu mengetahui tentang bagaimana penyakit berbahaya ini bisa menular kepada manusia. Virus ini telah membunuh lebih dari 35 juta manusia dibumi. Pada awalnya para ilmuwan mengidentifikasi sejenis simpanse di Afrika Barat sebagai sumber penularan HIV pada manusia. Mereka percaya bahwa versi simpanse dari virus imunodefisiensi (disebut virus imunodefisiensi simian atau SIV) kemungkinan besar ditularkan ke manusia dan bermutasi menjadi HIV ketika manusia memburu simpanse ini untuk diambil dagingnya dan bersentuhan dengan darah mereka yang terinfeksi. Selama beberapa dekade, virus perlahan menyebar ke seluruh Afrika dan kemudian ke bagian lain dunia.

Kasus infeksi HIV-1 yang paling awal diketahui pada manusia terdeteksi dalam sampel darah yang dikumpulkan pada tahun 1959 dari seorang pria di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo. (Bagaimana ia menjadi terinfeksi tidak diketahui.) Analisis genetik dari sampel darah ini memberi kesan bahwa HIV-1 mungkin berasal dari satu virus pada akhir 1940-an atau awal 1950-an.

hari aids sedunia

 

Virus AIDS ini telah ada di Amerika Serikat setidaknya sejak pertengahan hingga akhir 1970-an. Dari 1979–1981 jenis pneumonia, kanker, dan penyakit lain yang langka dilaporkan oleh para dokter di Los Angeles dan New York di antara sejumlah pasien pria yang berhubungan seks dengan pria lain. Ini adalah kondisi yang biasanya tidak ditemukan pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat.

Pada tahun 1982 pejabat kesehatan masyarakat mulai menggunakan istilah “acquired immunodeficiency syndrome,”  atau AIDS, untuk menggambarkan kejadian infeksi oportunistik, sarkoma Kaposi (sejenis kanker), dan pneumonia Pneumocystis jirovecii pada orang yang sebelumnya sehat. Pelacakan formal (pengawasan) kasus AIDS dimulai tahun itu di Amerika Serikat.

Pada tahun 1983, para ilmuwan menemukan virus penyebab AIDS. Virus ini pada awalnya dinamai HTLV-III / LAV (virus limfotropik sel T manusia tipe III / virus terkait limfadenopati) oleh komite ilmiah internasional. Nama ini kemudian diubah menjadi HIV (human immunodeficiency virus).

Selama bertahun-tahun para ilmuwan berteori tentang asal mula HIV dan bagaimana hal itu muncul pada populasi manusia, sebagian besar percaya bahwa HIV berasal dari primata lain. Kemudian pada 1999, tim peneliti internasional melaporkan bahwa mereka telah menemukan asal mula HIV-1, jenis HIV utama di negara maju. Sebuah subspesies simpanse asli Afrika ekuator barat telah diidentifikasi sebagai sumber asli virus. Para peneliti percaya bahwa HIV-1 masuk ke dalam populasi manusia ketika pemburu terkena pada darah yang terinfeksi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Aids

HIV

Asal Virus Aids

GapuraTravel Log | Virus simpanse telah membunuh 35 juta manusia.

Virus itu, umumnya dikenal sebagai HIV, adalah pandemi yang menentukan zaman kita. Lebih dari 35 juta orang telah terbunuh oleh virus tersebut hingga saat ini. Tetapi virus itu sendiri tidak dimulai pada manusia.

HIV / AIDS, seperti sebagian besar virus baru yang menginfeksi manusia, bersifat zoonosis. Krisis AIDS, seperti yang umumnya kita pikirkan, dimulai pada 1980-an. Pertama sebagai penyakit misterius yang terutama menjangkiti pria gay di daerah perkotaan di Amerika Serikat. Tapi itu bukan permulaan. Sebelum penyakit ini pertama kali disebutkan pada tahun 1982, orang telah meninggal karena AIDS setidaknya selama satu dekade. Di Afrika, virus ini telah berpindah dari simpanse ke manusia pada awal abad ke-20.

Wabah dibuka Mei 2018 di Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian. Hingga saat ini, kasus infeksi HIV-1 yang paling awal diketahui dalam darah manusia berasal dari sampel yang diambil pada tahun 1959 dari seorang pria yang meninggal di Kinshasa Republik Demokratik Kongo.

Aids

Lalu bagaimana pria dari Kinshasa itu bisa terinfeksi virus tersebut. Virus HIV pada sampel 1959 itu telah dipelajari dan diidentifikasi. Jika, pada tahun 1950-an, komunitas ilmiah menyadari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh virus baru ini. Apa yang bisa kami lakukan? Terapi apa yang bisa kita kembangkan sebelum menjadi salah satu pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia? Akankah kita punya obatnya sekarang?

Virus ini telah ada di Amerika Serikat setidaknya sejak pertengahan hingga akhir 1970-an. Dari 1979–1981 jenis pneumonia, kanker, dan penyakit lain yang langka dilaporkan oleh para dokter di Los Angeles dan New York di antara sejumlah pasien pria yang berhubungan seks dengan pria lain. Ini adalah kondisi yang biasanya tidak ditemukan pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat.

Pada tahun 1982 pejabat kesehatan masyarakat mulai menggunakan istilah “acquired immunodeficiency syndrome,”  atau AIDS, untuk menggambarkan kejadian infeksi oportunistik, sarkoma Kaposi (sejenis kanker), dan pneumonia Pneumocystis jirovecii pada orang yang sebelumnya sehat. Pelacakan formal (pengawasan) kasus AIDS dimulai tahun itu di Amerika Serikat.

Pada tahun 1983, para ilmuwan menemukan virus penyebab AIDS. Virus ini pada awalnya dinamai HTLV-III / LAV (virus limfotropik sel T manusia tipe III / virus terkait limfadenopati) oleh komite ilmiah internasional. Nama ini kemudian diubah menjadi HIV (human immunodeficiency virus).

Virus AIDS ini telah ada di Amerika Serikat setidaknya sejak pertengahan hingga akhir 1970-an. Dari 1979–1981 jenis pneumonia, kanker, dan penyakit lain yang langka dilaporkan oleh para dokter di Los Angeles dan New York di antara sejumlah pasien pria yang berhubungan seks dengan pria lain. Ini adalah kondisi yang biasanya tidak ditemukan pada orang dengan sistem kekebalan yang sehat.

Pada tahun 1982 pejabat kesehatan masyarakat mulai menggunakan istilah “acquired immunodeficiency syndrome,”  atau AIDS, untuk menggambarkan kejadian infeksi oportunistik, sarkoma Kaposi (sejenis kanker), dan pneumonia Pneumocystis jirovecii pada orang yang sebelumnya sehat. Pelacakan formal (pengawasan) kasus AIDS dimulai tahun itu di Amerika Serikat.

Pada tahun 1983, para ilmuwan menemukan virus penyebab AIDS. Virus ini pada awalnya dinamai HTLV-III / LAV (virus limfotropik sel T manusia tipe III / virus terkait limfadenopati) oleh komite ilmiah internasional. Nama ini kemudian diubah menjadi HIV (human immunodeficiency virus).

Diperkirakan ada 1,5 juta virus yang tidak dikenal di dunia. Tidak semuanya bisa menginfeksi manusia, tapi banyak juga yang bisa. Dan tidak semua itu akan menyebabkan pandemi berikutnya, tetapi banyak yang bisa.

Tetap jaga kesehatan dan kebersihan diri ya pembaca setia supaya terhindar dari segala penyakit.

source :theaidsinstitute.org